Halaman

MP3

Basmallah

Kamis, 06 April 2017

Dampak Game dan Anime Pada Psikologi Pendidikan Anak

D
alam zaman modern yang serba canggih ini, anak-anak dapat dengan mudah mengkases dan mendapatkan informasi dengan internet. Biasanya anak-anak akan memainkan game atau menonton anime/kartun yang digunakan untuk menghibur mereka. Para orang tua modern sekarang ini memang membiarkan dan tidak melarang mereka asalkan yang tidak berbau pornografi. Tapi sebenarnya sebaliknya, itu bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak dalam belajar maupun bersosialisasi.

Menurut Hilgard dan Bower dalam bukunya Theories of Learning yang dikutip oleh Ngalim Purwanto, belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam suatu situasi.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat dipahami secara umum bahwa belajar adalah perubahan serta peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang yang relatif menetap diberbagai bidang yang terjadi akibat melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya yang melibatkan proses kognitif.

Seiring dengan berjalannya waktu akan ada perubahan tingkah laku dan sifat pada anak jika kejadian tersebut terjadi secara terus menerus. Jika anak terus menerus bermain game maka dampaknya sang anak bisa terpengaruh oleh kejadian dalam game tersebut.

Misalnya, si A adalah siswa yang suka bermain game sendirian di dalam rumah dan jarang bermain di luar bersama teman-temannya. Jika ini dibiarkan terus, si A akan mulai berpikir dan bertingkah sok hebat pada teman sebayanya dan orang tua serta guru.

Dampaknya pada psikologi pendidikan adalah si A akan lebih sulit menenangkan emosinya, suka berkata kasar, berperilaku tidak sopan, kurang motivasi belajar, dan bermalas-malasan dengan pelajaran.

Begitu juga dengan anak yang suka menonton anime/kartun. Jika anak terus menerus menonton anime/kartun maka dampaknya sang anak bisa terus menerus berkhayal bahwa seandainya dia adalah tokoh dari anime/kartun tersebut. Misalnya si B adalah siswa yang suka menonton anime/kartun yang bertemakan petualangan dan tidak ada yang melarangnya.

Jika ini dibiarkan terus, dampaknya pada psikologi pendidikan adalah si B akan mulai hilang konsentrasi dalam belajar, suka melamun dan berandai-andai, kurang pergaulan, tidak suka akan kebisingan, dan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kesimpulannya adalah sebagai pendidik kita dituntut memberikan arahan dalam berbagai aspek. Bukan melarang mereka untuk berhenti bermain game atau menonton anime/kartun, tetapi memberitahukan sisi lain yang lebih baik untuk menjadikan hobi dan kesukaan mereka menjadi bakat dan talentanya sendiri.

Seperti memberikan arahan kepada si A yang suka bermain game untuk mendalami dan mengetahui cara membuat game. Yang mungkin saja kedepannya si A bisa membuat gamenya sendiri dan menjadi orang yang sukses karena hobi dan kesukaannya itu.

Dan seperti memberikan arahan kepada si B yang suka menonton anime/katun untuk mendalami hobinya untuk membuat komiknya sendiri atau membuat novelnya sendiri. Yang mungkin saja kedepannya si B bisa menjadi novelis atau seniman komik yang sukses karena hobi dan kesukaannya itu.

Ditulis oleh Rachmat Hidayatlloh Tri Wahyudin, pada tanggal 06 April 2017 pada pukul 00:17.15 WIB. Dampak/Efek Game dan Anime Pada Psikologi Pendidikan Anak

1 komentar: