D
|
alam
zaman modern yang serba canggih ini, anak-anak dapat dengan mudah mengkases dan
mendapatkan informasi dengan internet. Biasanya anak-anak akan memainkan game
atau menonton anime/kartun yang digunakan untuk menghibur mereka. Para orang
tua modern sekarang ini memang membiarkan dan tidak melarang mereka asalkan
yang tidak berbau pornografi. Tapi sebenarnya sebaliknya, itu bisa berdampak
buruk bagi perkembangan anak dalam belajar maupun bersosialisasi.
Menurut Hilgard dan Bower dalam
bukunya Theories of Learning yang dikutip oleh Ngalim Purwanto, belajar
berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi
tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam suatu
situasi.
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat dipahami secara umum bahwa belajar adalah perubahan serta peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang yang relatif menetap diberbagai bidang yang terjadi akibat melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya yang melibatkan proses kognitif.
Seiring dengan
berjalannya waktu akan ada perubahan tingkah laku dan sifat pada anak jika
kejadian tersebut terjadi secara terus menerus. Jika anak terus menerus bermain
game maka dampaknya sang anak bisa terpengaruh oleh kejadian dalam game
tersebut.
Misalnya, si
A adalah siswa yang suka bermain game sendirian di dalam rumah dan jarang
bermain di luar bersama teman-temannya. Jika ini dibiarkan terus, si A akan
mulai berpikir dan bertingkah sok hebat pada teman sebayanya dan orang tua
serta guru.
Dampaknya
pada psikologi pendidikan adalah si A akan lebih sulit menenangkan emosinya, suka
berkata kasar, berperilaku tidak sopan, kurang motivasi belajar, dan
bermalas-malasan dengan pelajaran.
Begitu juga dengan anak yang suka menonton
anime/kartun. Jika anak terus menerus menonton anime/kartun maka dampaknya sang
anak bisa terus menerus berkhayal bahwa seandainya dia adalah tokoh dari
anime/kartun tersebut. Misalnya si B adalah siswa yang suka menonton
anime/kartun yang bertemakan petualangan dan tidak ada yang melarangnya.
Jika ini dibiarkan terus, dampaknya pada psikologi
pendidikan adalah si B akan mulai hilang konsentrasi dalam belajar, suka
melamun dan berandai-andai, kurang pergaulan, tidak suka akan kebisingan, dan
sulit beradaptasi dengan lingkungan baru.
Kesimpulannya adalah sebagai pendidik kita dituntut
memberikan arahan dalam berbagai aspek. Bukan melarang mereka untuk berhenti
bermain game atau menonton anime/kartun, tetapi memberitahukan sisi lain yang
lebih baik untuk menjadikan hobi dan kesukaan mereka menjadi bakat dan
talentanya sendiri.
Seperti memberikan arahan kepada si A yang suka
bermain game untuk mendalami dan mengetahui cara membuat game. Yang mungkin
saja kedepannya si A bisa membuat gamenya sendiri dan menjadi orang yang sukses
karena hobi dan kesukaannya itu.
Dan seperti memberikan arahan kepada si B yang suka
menonton anime/katun untuk mendalami hobinya untuk membuat komiknya sendiri
atau membuat novelnya sendiri. Yang mungkin saja kedepannya si B bisa menjadi
novelis atau seniman komik yang sukses karena hobi dan kesukaannya itu.
Ditulis
oleh Rachmat Hidayatlloh Tri Wahyudin, pada tanggal 06 April 2017 pada pukul
00:17.15 WIB. Dampak/Efek Game dan Anime Pada Psikologi Pendidikan Anak
1 komentar:
kentud kuda banged
Posting Komentar